Minggu, 03 Juli 2016

Suplemen Ekstrak Cacing Tanah Ini Menjauhkanku Dari Resiko Angin Duduk




vermint mengurangi resiko angina


Jaman kuliah dulu di rumah saya ada beberapa mahasiswa yang mondok . Suatu sore, mahasiswa di kamar sebelah mengeluh masuk angin. Sudah berhari-hari ia tekun belajar di kamarnya karena akan ada ujian. Dadanya terasa sangat nyeri, begitu kata teman sekamarnya kepada saya.  Si teman ini tampak kebingungan. Apa perlu dibawa ke dokter? tanyanya.  Saya jadi ngeri.  Melihat gejalanya jangan-jangan dia kena angin duduk, pikir saya. 
Membayangkan kemungkinan itu saya merasa tambah gundah. Saya jadi teringat sepupu saya yang baru saja meninggal karena angin duduk. Dia tidak sempat dibawa ke dokter karena rumahnya jauh terpencil di desa. Maka saya pun mengajak salah satu mahasiswa ke dokter yang tidak begitu jauh dari rumah. Kebetulan si dokter praktek di rumah dan sedang tidak banyak pasien.  Maka dia bisa segera menemui kami dan kami ceritakan apa yang terjadi. Si dokter hanya tersenyum mendengar cerita kami.  Dia lalu memberi kami sebotol obat berbentuk kapsul untuk si sakit. Dokter juga bilang bahwa teman kami bukan sedang kena masuk angin tapi angin duduk  yang akan segera hilang setelah minum obat.

Sebenarnya, apakah angin duduk itu?  Kita sering mendengar tentang kerabat yang mengalami masuk angin. Kemudian tiba-tiba tersiar kabar bahwa kerabat itu meninggal padahal dia masih sangat muda. Jauh di bahwa usia saya. Banyak yang mengatakan bahwa mereka terkena angin duduk.  Mengapa disebut angin duduk? Apakah bila angin duduk sudah mampir berarti Malaikat Elmaut sudah datang menjemput?
Angin duduk dalam bahasa kerennya disebut angina pectoris. Yakni kondisi kekurangan oksigen yang menyebabkan  gangguan pada aliran darah ke jantung. Gangguan itu bisa terjadi karena turunnya persediaan oksigen (pada penyakit jantung koroner) atau meningkatnya kebutuhan oksigen (stress, aktivitas fisik, dan olah raga). Angin duduk ini bisa mampir kapan saja. Saat sedang melakukan aktivitas fisik yang berat maupun saat sedang istirahat. Ada istilah serangan fajar karena serangan angin duduk sering terjadi pada pagi hari menjelang subuh.

Gejala angin duduk antara lain dada rasa seperti ditekan, diperas, atau dipelintir.  Dada terasa nyeri dan rasa ini bisa menjalar sampai ke leher, lengan, dan bahu. Gejala lain adalah sesak napas, mual, lemas, pusing, berkeringat dan cemas .Jujur saja teman saya ini sudah ada tanda-tanda ke arah itu.  Bukannya nyumpahin. Soalnya dia terlalu gemuk.  Apalagi menurutnya ada riwayat turunan sakit jantung dan diabetes dalam keluarganya.  Meskipun sudah pernah mengelami serangan sebelumnya, ia malas move on: tetap merokok sebungkus sehari

Angin duduk lebih banak menyerang kaum pria daripada wanita.  Kaum pria di atas 45 taun lebih rentan daripada wanita.  Serangan angin duduk pada wanita biasanya pada usia 55 tahun ke atas, setelah melewati fase menopause. 
.
Pencegahan dan pengobatan angin duduk
Pencegahan terbaik adalah tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan serangan angina seperti merokok, berolahraga berlebihan.atau duduk terlalu lama.

Untuk pengobatannya angina sering diterapi dengan obat, paling sering dengan nitrogliserin.  Obat ini mengurangi gejala angina dengan meningkatkan diameter pembuluh darah yang membawa darah ke otot jantung. Dapat diminum dengan menempatkan tablet di bawah lidah atau  dengan menempelkan sebuah patch, seperti plester obat, langsung pada kulit. 

Bila obat tidak meredakan rasa nyeri, dokter mungkin menganjurkan operasi bypass arteri koroner. Pembuluh darah (biasanya vena panjang pada kaki) dicangkokkan ke arteri yang tersumbat untuk melewati bagian yang tersumbat. Sehingga terbentuk jalan baru yang memungkinkan darah mengalir secara memadai ke otot jantung.

Pengobatan alternatif suplemen antioksidan, termasuk vitamin A (beta karoten), vitamin C, vitamin E, dan selenium. Juga enzim dapat membatasi kerusakan pada dinding pembuluh darah yang mungkin menjadi pelopor pembentukan plak.  Selain itu, obat suplemen mungkin juga dapat mencegah angin duduk.

Pilih suplemen sesuai kebutuhan (bukan keinginan)  

Di pasaran banyak dijual suplemen yang dikatakan berkhasiat menyembuhkan atau mencegah berbagai macam penyakit.  Soal benar atau tidaknya  klaim itu, konsumenlah yang bisa merasakan. Memang ada juga suplemen yang dapat mencegah angin duduk. Tapi untuk mendapatkannya kita harus jeli dalam memilah-milahnya dari begitu banyak macam suplemen.
Tips memilih suplemen
Bagi saya, kebutuhan suplemen bukan hanya saat puasa. Tapi juga hari kerja biasa. Maklum antara kesadaran hidup sehat dengan kegiatan yang padat, masih banyak kesenjangannya. Inginnya makan sayur dan buah seimbang, tapi karena mengincar kemudahan, ujung-ujungnya selalu makanan siap saji. Antara karbo dan gorengan, bergantian jadi cemilan. Di atas kertas saya sadar itu salah, tapi di lapangan semuanya berubah. Kesadaran atas kesalahan tersebut, saya merasa harus menebusnya. Suplemen mana yang bisa 'menghapus' nya, agar tubuh tidak menjadi korban kebiasaan buruk saya terus-terusan.
 
Suplemen: kebutuhan vs keinginan

Seperti kalau sedang belanja, hal yang sama juga berlaku saat memilih suplemen. Harus pintar-pintar mana yang dibutuhkan, atau (sekedar) diinginkan. Jitu meneliti yang dibutuhkan. Meski banyak yang diinginkan, kantongmu mampu membeli, mulut langsung glek meminum, tapi apakah tubuh kita bisa menerima. Kasihan ginjal dan liver kita, kalau semua diterima. Mungkin saat ini belum terlihat gejalanya. Apakah lama-kelamaan, masih bertahan demikian?

Karena mempunyai resiko "makan apa saja" alias omnivora, tentunya banyak yang harus dijaga. Seperti kadar kolesterol, gula darah, apalagi jika dalam keluarga ada yang berbakat darah tinggi dan diabetes. Ketika konsumsi makanan tidak terkendali, saya perlu suplemen yang bisa mengendali pola makan
Memilih Vermint salah satunya. Enzim dalam ekstrak lumbricus rubellus berfungsi sebagai anti trombus. Trombus atau bekuan darah adalah penyebab sumbatan, yang berakibat terjadinya penyakit jantung otak dan pembuluh darah. Jika sumbatan tersebut terjadi dalam pembuluh jantung namanya penyakit jantung koroner. Kalau aliran darah ginjal yang mampat, efeknya terjadi gagal ginjal. Bisa juga menyumbat ke pembuluh darah kecil seputar tangan dan kaki, yang terasa seperti kesemutan dan ujung tangan dan kaki kehilangan rasa. Yang lebih parah, jika yerjadi sumbatan di otak yang dikenal dengan stroke. Penyebabnya sama, hanya lokasinya berbeda-beda. 

Berikut adalah testimoni dari para pemakai Vermint

suplemen vermin sesuai kebutuhan


Sebagai ibu rumah tangga dengan lima orang anak yang masih kecil, saya harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kami semua, kata Ibu Eti.  Saya terkadang harus kerja siang malam menjaga kios dagangan saya. Akibatnya saya pernah jatuh sakit dan dirawat selama satu minggu.  Saya merasakan nyeri yang hebat di dada. Dokter bilang tensi sarah saya rendah.  Jadi saya harus banyak memakan makanan yang bisa menaikkan tensi darah saya.  Selain itu saya juga perlu suplemen. Bulan puasa ini saya berdagang di Pasar Patra, Duri Kepa di pagi hari. Dan sorenya saya berjualan takjil. Jadi saya kurang istirahat.  Jadi suplemen sangat saya perlukan.  Pilihan saya jatuh pada Vermint.  Dengan meminum Vermint saya tetap merasa bugar sepanjang hari, walaupun harus bekerja keras sambil berpuasa.  
"Meski puasa sambil bekerja, itu bukan hal yang luar biasa"- Bu Eti.

Vermint Suplemen Cegah Angin Duduk

Nama saya Rasum. Umur saya sudah 70 tahun.  Tapi saya masih harus mencari nafkah untuk keluarga.  Saya sering harus bergadang karena saya berkerja sebagai penjaga keamanan lingkungan.  Saat orang lain sedang tidur lelap, saya sering harus .berkeliling kompleks di tengah dinginnya udara malam. Untuk mengusir dingin, saya merokok.  Saya tahu ini tidak baik. Tapi kebiasaan dari muda ini sulit benar ya dihentikan. Masuk angin dan  mual-mual sudah jadi makanan biasa bagi saya. Seorang teman menganjurkan saya makan suplemen dan memberi saya satu dus Vermint. Ternyata dengan makan Vermint saya merasa lebih sehat. Berjaga malam hari tidak mengantuk, dan istirahat siang harinya pun bisa lakukan dengan tenang karena saya jarang mual-mual lagi.
  "Saya memang sudah tua, tapi ikutan siskamling oke-oke saja"- Pak Rasum.
Suplemennya (mungkin) sama, kebutuhan berbeda-beda

Orang-orang yang seusia bisa saja mempunyai kebutuhannya berbeda. Seperti halnya blogger menghadapi deadline. Aktivitasnya berlainan. Ada yang sudah posting jauh-jauh hari, ada yang kejar tayang, sistem kejar semalam alias deadliners garis keras. Tingkat stressnya berbeda juga. Meskipun, saya dan kamu mungkin memilih suplemen yang sama, seperti bio medicine, produksi CV Vermindo Internasional ini, manfaat yang ingin kita ambil mungkin berbeda. Saya  mengambil khasiat enzim lumbrikinase guna melancarkan peredaran darah sekaligus mencegah darah tinggi. Sementara anak saya membutuhkan efek menurunkan demam dan sakit kepala, karena kapsul suplemen ini mengandung asam arakidonat pereda demam.

Suplemen saya cukup satu saja

Seperti halnya jodoh, demikian juga suplemen. Cukup satu tapi (maunya) bisa semua. Dengan berpedoman pada fungsi dan perbandingannya dengan suplemen lain, pilih satu yang paling multitasking (multi fungsi) sesuai dengan kebutuhan (bukan keinginan). Perhatikan komposisinya, juga validitasnya (baca di sini).

Memang satu suplemen saja sudah cukup. Selain gak berat diongkos, juga gak memperberat kerja ginjal dan liver (hati) kita. Semakin banyak dicekcoki, bukannya bermanfaat, malahan merusak.

Dalam kemasan Vermint, sudah dijelaskan isi dan cara pakainya. Bahkan testimoni manfaat dari pakar, seperti Prof.HM Hembing serta uji klinis penelitian enzim lumbrokinase. Bukti keaslian dengan hologram, label jamu dari BPOM dan sertifikasi halal MUI , menghilangkan kekhawatiran saya. Iya dong, saya perlu hakul yakin, bahwa yang saya pilih yang sesuai dan benar.

Suplemen aman BPOM halal MUI


Saya memilih yang banyak manfaatnya. Jadi bisa digunakan sekeluarga. Bisa dipakai segala usia, mulai dari anak-anak saya hingga eyangnya. Ini jelas tidak memberatkan dompet. Terlebih lagi aman dipakai untuk jangka panjang, dan tidak mempengaruhi pengobatan resep obat dokter. Jadi, meskipun eyang uti dan eyang kakung mendapat obat anti diabet, suplemen ini bisa terus diminum. 

Ternyata, banyak cara mencegah angin duduk. Selain pola makan, olahraga, istirahat dan gaya hidup, saya juga butuh dukungan. Suplemen banyak manfaat seperti Vermint. Sekeluarga bisa merasakan khasiatnya, dengan tujuan berbeda. Keasliannya  tidak diragukan. Indikasi dan cara pakainya jelas multi fungsi. Jadi, apakah suplemen kita sudah sesuai dengan kebutuhan? 

 
 Daftar pustaka:
1.  http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3051164/
2. Katalog Vermint
  

1 komentar :